📅 Masehi: Jumat, 25 September 2026 ; 🌙 Hijriah: الْجُمُعَة (Al-Jumu'ah) 13 Rabiul Akhir 1448 H
SUARA DMI

Mengetuk Pintu Surga dari Telaga Harapan: Safari Dzikir dan Sholawat Perdana DMI PC Cikarang Barat Padukan Spiritualitas dan Pemberdayaan Umat

👁️ 62 Pembaca
Membangun peradaban tidak selalu dimulai dari proyek mercusuar atau gedung pencakar langit. Secara historis dan sosiologis, denyut nadi kebangkitan sebuah masyarakat justru sering bermula dari ruang-ruang yang hening—dari saf-saf sholat di dalam sebuah masjid. Ketika fungsi masjid dikembalikan pada khitahnya, ia bukan sekadar tempat singgah untuk sujud, melainkan pusat perlindungan sosial dan pencerahan akal bagi jemaahnya.

Momen perwujudan visi ini tergambar jelas dalam agenda Safari Dzikir dan Sholawat Perdana yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (DMI) Cikarang Barat di Masjid Al-Muhajirin, Telaga Harapan. Acara yang turut dihadiri oleh perangkat desa serta pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-Desa Telaga Murni ini menjadi tonggak awal silaturahmi kepengurusan baru DMI PC Cikarang Barat.

Dalam sambutan hangatnya, perwakilan DKM Masjid Al-Muhajirin, Ust. Hasan Basri, menegaskan harapan besar agar pertemuan dan silaturahmi ini menjadi katalisator bagi kemakmuran masjid-masjid di wilayah tersebut. Harapan ini tidak dibiarkan menggantung. Ia langsung dijawab melalui pemaparan arah gerak organisasi oleh Ketua DMI PC Cikarang Barat, Adi Nurseha, M.Pd., yang hadir dalam formasi lengkap bersama jajaran pimpinan teras: Heru Qomarudin, S.Pd, I, Gr. (Wakil Ketua), Sholihin, SH (Sekretaris), dan H. Rebo Iman (Wakil Bendahara).

Salah satu terobosan strategis yang dipaparkan di hadapan para jemaah adalah kerja sama DMI PC Cikarang Barat dengan BPJS Ketenagakerjaan. Keputusan ini bukan sekadar urusan administratif. Dari sudut pandang psikologi sosial, jaminan keselamatan kerja memberikan perceived security (persepsi akan rasa aman) yang secara signifikan menurunkan kecemasan eksistensial para penggerak masjid. Ketika kebutuhan dasar akan rasa aman bagi keluarga mereka terpenuhi, para pengurus dan marbot dapat memfokuskan energi kognitif serta spiritualnya secara penuh untuk melayani umat tanpa bayang-bayang kekhawatiran.

Namun, perlindungan sosial di dunia hanyalah cangkang dari tujuan yang lebih esensial. Titik kulminasi dari Safari Dzikir ini adalah siraman rohani yang mengupas tuntas sebuah hadis dari kitab Mukhtar Al-Ahadith An-Nabawiyyah karya Sayyid Ahmad bin Ibrahim Al-Hashimi.

Melalui kajian kitab tersebut, kesadaran jemaah ditarik menuju visi eskatologis (kehidupan akhirat) melalui sabda Rasulullah ﷺ: “Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat, lalu aku meminta agar dibukakan. Penjaga surga bertanya, ‘Siapa kamu?’ Aku menjawab, ‘Muhammad.’ Ia berkata, ‘Karenamu aku diperintahkan untuk tidak membukanya bagi seorang pun sebelummu.'” (HR. Muslim).

Kajian ini menegaskan bahwa menjadi umat yang pantas berdiri di belakang Nabi ﷺ saat pintu surga dibuka menuntut dua investasi besar di dunia. Pertama, investasi spiritual berupa rutinitas sholawat. Matematika langit sangat jelas: satu kali sholawat dibalas sepuluh rahmat, sepuluh dibalas seratus, dan barang siapa bersholawat seratus kali, Allah ﷻ akan membebaskannya dari kemunafikan dan api neraka, serta menempatkannya kelak bersama para syuhada. Kedua, investasi generasi. Jamaah diedukasi untuk tidak memandang anak sebagai beban finansial yang melahirkan ketakutan akan kemiskinan. Memperbanyak dan mendidik keturunan yang saleh adalah bentuk investasi peradaban yang akan mengalirkan doa tanpa putus bagi orang tuanya kelak.

Visi langit yang agung ini tentu membutuhkan wadah operasional agar tidak menguap sebatas retorika. Di sinilah arsitektur organisasi DMI PC Cikarang Barat mengambil peran. Mesin penggerak ini dikawal oleh bidang-bidang strategis yang hadir malam itu untuk memastikan program-program masjid berjalan simultan.

Formasi ini direalisasikan oleh Bidang Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (Ordiklat) di bawah komando Edi Hamdi, Hukum dan Hubungan Antar Lembaga (Hukbal) oleh Libet Astoyo, SH., MH., serta Pemberdayaan Ekonomi dan Kewirausahaan (Dayekowira) yang dipimpin H. Ir. Maslakhul Maswan. Gerakan ini diperkuat oleh kepedulian dari bidang Sosial dan Kemanusiaan (Sosman) pimpinan Abdullah, pembinaan dari Kaderisasi Pemuda (Kaperema) oleh Nur Ali, S.Ag, perluasan syiar melalui bidang Da’wah oleh Muhammad Dahyar, S.Ag, penjagaan fisik melalui Kesehatan dan Lingkungan Masjid (Keslingmas) oleh Tasirun, hingga pelibatan peran perempuan dalam Potensi Pemberdayaan Muslimah (Podayamus) oleh Hj. Nur Andarini, S.Pd.I. Seluruh jejak kebaikan dan dokumentasi visual pergerakan ini diramu agar mampu memberikan resonansi dakwah yang luas oleh tim Multimedia dan Publikasi (Multikasi) di bawah arahan Beni Firdaus.

Safari Dzikir Perdana ini pada akhirnya memberikan satu kesimpulan tegas: pengelolaan masjid hari ini menuntut presisi tingkat tinggi. Ia harus menyeimbangkan antara zikir yang membumbung ke langit sebagai penyejuk jiwa, dan ikhtiar manajerial yang membumi sebagai pelindung umat.

Suatu hari kelak, pintu surga akan diketuk. Namun sebelum hari agung itu tiba, kitalah yang harus lebih dulu mengetuk pintu-pintu masjid di sekitar kita—memakmurkannya dengan sujud, dedikasi, dan kepedulian yang nyata.

Bagikan: WhatsApp Facebook X / Twitter