📅 Masehi: Senin, 09 November 2026 ; 🌙 Hijriah: اَلِاثْنَيْنِ (Al-Itsnaini) 29 Jumadil Awal 1448 H
Berita Mualaf

Haru! Selvy, ST Resmi Peluk Islam, Ternyata Disaksikan Langsung Anak Kandung yang Sudah Duluan Mualaf

DMI CIKARANG BARAT · Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02 WIB
👁️ 37 Pembaca

Masjid Besar Al-Hidayah, Cikarang Barat, menjadi saksi dimulainya lembaran baru kehidupan seorang warga asal Desa Mekarwangi, Selvy, ST, pada Sabtu (17/10/2026). Tepat pukul 13.30 WIB, prosesi ikrar dua kalimat syahadat dilangsungkan dengan difasilitasi secara proaktif oleh Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC-DMI) Cikarang Barat.

Menariknya, prosesi krusial ini dipandu langsung oleh perwakilan perempuan, yakni Hj. Nur Andarini, S.Pd.I, dari Bidang Potensi Pemberdayaan Muslimah (Podayamus) DMI Cikarang Barat yang bertindak sebagai pembimbing syahadat. Kehadiran pihak keluarga Selvy di lokasi kegiatan juga memberikan dimensi sosiologis yang penting; hal ini menunjukkan bahwa prosesi perpindahan keyakinan ini berjalan dalam suasana yang damai, penuh kesadaran, dan tetap menjaga keharmonisan hubungan kekeluargaan.

Dari sisi kelembagaan, meskipun Ketua PC-DMI Cikarang Barat berhalangan hadir pada hari tersebut, mesin organisasi tetap berjalan optimal untuk memberikan penghormatan dan sambutan. Struktur kepengurusan diwakili secara solid oleh Sekretaris Jenderal DMI Cikarang Barat, Sholihin, S.H, beserta jajaran bidang lainnya yang turun langsung mendampingi.

Mewakili pimpinan lembaga, Wakil Ketua PC-DMI Cikarang Barat, Heru Qomarudin, S.Pd.I, Gr., menyampaikan pesan penerimaan yang lugas dan esensial bagi psikologis seorang mualaf.

“Kami mewakili keluarga besar PC-DMI Cikarang Barat menyambut kedatangan saudari kita dengan tangan terbuka. Masjid adalah rumah bersama, dan umat Islam adalah satu keluarga yang akan selalu siap mendampingi, merangkul, dan membina beliau dalam perjalanan baru ini,” ungkap Heru di hadapan para jamaah dan pengurus DKM yang hadir.

Pernyataan dan keterlibatan jajaran DMI—baik unsur laki-laki maupun perempuan dari Podayamus—ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan wujud aplikasi langsung dari perintah Al-Qur’an. Dalam Surah At-Tawbah ayat 71 ditegaskan, “Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain…” Keterlibatan lintas gender dalam kepengurusan DMI untuk menyambut seorang mualaf perempuan adalah manifestasi perlindungan yang proporsional dan membuat mualaf merasa aman secara psikologis.

Secara teologis, momen ikrar syahadat adalah titik nol bagi seorang manusia. Dalam sebuah hadis sahih riwayat Imam Muslim dari Amr bin Al-Aash radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW menegaskan, “Tidakkah engkau tahu bahwa Islam itu menghapus dosa (dan kesalahan) yang terjadi sebelumnya?” (HR. Muslim no. 121). Prinsip lembaran bersih (tabula rasa) ini menuntut komunitas di sekelilingnya untuk tidak lagi menghakimi masa lalu sang mualaf, melainkan fokus membangun masa depannya.

Tanggung jawab pembinaan pasca-syahadat inilah yang menjadi ujian sesungguhnya bagi PC-DMI dan jamaah Masjid Al-Hidayah. Hal ini sejalan dengan fondasi ukhuwah dalam Surah Al-Hujurat ayat 10 bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Lebih jauh, Rasulullah SAW menggambarkan ikatan ini secara presisi: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut terjaga dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kegiatan pada Sabtu siang tersebut membuktikan bahwa peran DMI tidak boleh menyempit hanya pada urusan tata kelola bangunan fisik masjid atau perizinan administratif. Masjid harus dikembalikan pada fungsinya sebagai tempat ta’lif al-qulub (melembutkan dan menyatukan hati). Penerimaan yang tulus memastikan bahwa langkah awal seorang Selvy tidak dihabiskan dalam kebingungan, melainkan langsung bernaung di bawah sistem persaudaraan yang membimbing.