Menyambut Christopher Richard Mayo (Amerika Serikat) dalam Naungan Islam
Hidayah tidak pernah tersesat mencari alamat. Ia bisa melintasi benua, berangkat dari gemerlapnya Amerika Serikat, dan secara damai berlabuh di keheningan sebuah masjid di Cikarang Barat.
Perjalanan spiritual setiap manusia memiliki rutenya masing-masing. Pada hari Selasa, 6 Oktober 2026, rute tersebut membawa seorang warga negara Amerika Serikat bernama Christopher Richard Mayo menuju sebuah keputusan besar dalam hidupnya. Bertempat di Masjid Ash-Shiddiqiyyah, Telaga Indah, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi, Christopher secara resmi mengikrarkan dua kalimat syahadat.
Prosesi bersejarah ini diselenggarakan di bawah naungan Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC-DMI) Kecamatan Cikarang Barat. Acara ini disaksikan langsung oleh jajaran pengurus PC-DMI, di antaranya Ustaz Solihin (Sekretaris Jenderal), Ustaz Romli (Bendahara Umum), Ustaz Edi Hamdi (Bagian Diklat), Ustaz Beni Firdaus (Bagian Multikasi), Ustaz Abdul Aziz (Bagian Multikasi), H. Rebo (Wakil Bendahara), dan Ustaz Ikin Sodikin (Bidang Dakwah). Kehadiran para dewan guru, kepala sekolah, serta para santri Pondok Pesantren As-Siddiqiyyah turut memberikan nuansa ukhuwah yang kental dalam menyambut saudara baru seiman.
Dalam tradisi keilmuan Islam, khususnya Ahlussunnah wal Jama’ah, keabsahan memeluk agama Islam berpijak pada satu fondasi mutlak: ketiadaan paksaan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 256. Sebelum prosesi dimulai, pembimbing syahadat memastikan bahwa Christopher, yang sebelumnya memeluk agama Kristen Katolik, memeluk Islam sepenuhnya atas kehendak bebasnya sendiri (free will). Christopher mengonfirmasi bahwa tidak ada tekanan dari pihak manapun, dan ia bersaksi murni karena keyakinannya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.
Momen puncak terjadi ketika keheningan masjid diisi oleh pelafalan ikrar suci. Christopher dibimbing untuk mengucapkan syahadat, kalimat demi kalimat, dalam bahasa Arab dan terjemahan bahasa Inggris. “Ashhadu alla ilaha illallah, wa ashhadu anna Muhammadan Rasulullah,” diucapkan dengan tegas, disusul gemuruh takbir dari para jemaah dan santri yang hadir sebagai saksi.
Setelah ikrar terucap, ketegangan spiritual mereda menjadi haru. Sesuai dengan ajaran Islam yang merujuk pada hadis sahih, pembimbing menjelaskan status baru Christopher. Saat seseorang masuk Islam, seluruh dosa masa lalunya diampuni oleh Allah, menjadikannya bersih layaknya bayi yang baru lahir. Sebagai bentuk cinta dan persaudaraan barunya, Christopher kemudian memanjatkan doa pertamanya sebagai seorang muslim. Ia mendoakan para jemaah yang hadir agar dikaruniai umur panjang, kesehatan jasmani, dan rezeki yang melimpah.
Peristiwa di Masjid Ash-Shiddiqiyyah ini bukan sekadar pergantian status administrasi keagamaan. Ini adalah wujud nyata dari dakwah yang ramah, terbuka, dan merangkul—sebuah nilai fundamental yang selalu dijaga dalam tradisi Islam Nusantara. PC-DMI Cikarang Barat telah memfasilitasi momen pergantian arah hidup seseorang dengan penuh penghormatan.
Bagi umat Islam di Cikarang Barat, hari itu adalah hari bertambahnya keluarga. Bagi Christopher Richard Mayo, hari itu adalah garis start. Syahadat bukanlah garis akhir dari pencarian, melainkan pintu gerbang menuju pembelajaran panjang tentang bagaimana berjalan di atas rida-Nya.
Referensi:
-
Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah (2): 256. (Primary Islamic Source – Dalil ketiadaan paksaan dalam memeluk agama).
-
Hadis Riwayat Muslim, No. 121, dari ‘Amr bin al-Ash. (Primary Islamic Source – Dalil keislaman menghapus dosa-dosa sebelumnya).