Perkuat Sinergi: Kaperema PC DMI Cikarang Barat Rajut Kolaborasi Strategis dengan PD PRIMA DMI Kabupaten Bekasi
Sebuah masjid akan kehilangan denyut nadinya jika di dalamnya tidak ditemukan jejak langkah anak-anak muda. Di tengah kompleksitas tantangan zaman, mengelola remaja masjid tidak bisa lagi dilakukan secara sporadis; ia membutuhkan pemetaan yang terstruktur dan sinergi antarwilayah. Kesadaran inilah yang menggerakkan langkah para pemuda penggerak masjid di Cikarang Barat.
Bekasi – Upaya nyata dalam merawat regenerasi kepemimpinan berbasis masjid kembali ditunjukkan oleh Pengurus Cabang Dewan Masjid Indonesia (PC DMI) Cikarang Barat. Melalui Bidang Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid (Kaperema), jajaran pengurus menggelar kunjungan silaturrahim dan audiensi resmi ke Kantor Pengurus Daerah (PD) Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI Kabupaten Bekasi, Rabu (2/9/2026).
Kunjungan ini bukan sebatas formalitas organisasi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi pembinaan generasi muda Islam di wilayah Kabupaten Bekasi. Rombongan PC DMI Cikarang Barat yang diwakili oleh Ketua Bidang Kaperema, Nur Ali, beserta dua anggotanya, Anda Sunarya dan Adam Nurrachman, disambut dengan kehangatan ukhuwah oleh jajaran PD PRIMA DMI. Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PD PRIMA DMI Kabupaten Bekasi, Deden, dan Sekretaris, Rian, serta dihadiri sejumlah pengurus yang mewakili berbagai kecamatan.
Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini mengalir dinamis. Pembicaraan dimulai dari refleksi aspek historis perjalanan organisasi kepemudaan masjid di Bekasi.
Titik puncak dari pertemuan ini bermuara pada pembahasan mengenai pemetaan struktural kepengurusan dan sinkronisasi program kerja ke depan. Kedua belah pihak menyadari bahwa potensi besar remaja masjid hanya dapat dimaksimalkan jika terdapat keselarasan visi dan program yang terukur antara pengurus cabang dan daerah. Gagasan-gagasan yang muncul berfokus pada bagaimana menciptakan program yang relevan bagi pemuda tanpa kehilangan ruh keislamannya.
Setelah pertukaran ide yang intens dan konstruktif, tensi diskusi perlahan diredakan melalui obrolan santai dan ramah tamah khas persaudaraan Islam. Agenda audiensi ini kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus melangkah dalam satu barisan.
Pada akhirnya, pertemuan ini menegaskan bahwa masa depan kemakmuran masjid sangat bergantung pada seberapa solid para pemudanya merapatkan barisan di luar waktu shalat, agar mereka mampu meramaikan saf-saf di dalam waktu shalat.
Sore itu, silaturrahim tidak berhenti di ruang rapat. Usai sesi foto, seluruh pengurus yang hadir melangkah bersama menuju Masjid Jami’ Nurul Hikmah di Kompleks Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi. Di sana, mereka menunaikan ibadah shalat Ashar berjamaah. Sebuah penutup yang puitis sekaligus esensial: segala strategi besar yang dirancang di atas meja, pada akhirnya harus dikembalikan dalam bentuk ketundukan di atas sajadah.